Selasa, 28 Juli 2015

diam-diam.

Tak ada yang lebih manis dari cinta diam-diam
menyelipkan namanya di doa pagi buta
terkantuk-kantuk pilu

Tak ada yang lebih sederhana dari cinta diam-diam
mencuri pandang disela kerumunan
bertegur sapa, berbalas senyum
sudah bahagia tak karuan

Tak ada yang lebih sabar dari cinta diam-diam
setumpuk rindu dibiarkan berdebu
tak tersentuh, tak terlihat.

(2015)

Jumat, 12 Juni 2015

Dari Malam Kepada Pagi

bayang mu datang
mengusir diam
meresahkan sepi
hangat
dalam malam yang dingin
dalam cahaya yang redup
dalam sukma yang sendiri
dengan makna yang
tak bisa dirangkai sajak
tak sanggup disulut api
tak kalut dibawa sendu
mengapa mengusik
hujan yang belum usai
padahal desahnya indah
harum nya semerbak
walau menusuk
pilu

Rabu, 20 Mei 2015

The Degrees of Falling - Andhyta F. Utami

I have fallen in love. I have fallen in love too many times, in fact.
I have fallen in love with the bookshop attendant who showed me the way to Milan Kundera’s shelf. I have fallen in love with the stranger who dragged me a seat next to his in that coffee shop, just so that we could sit down and have a little chat. I have also fallen in love with how my father wakes me up in the morning.
Only later I figured out that falling in love, apparently, has its own degrees.
Sometimes you simply stumble—your eyes might have overlooked a speed bump but soon enough you’re already on your feet. Other times, however, you have to face bigger bumps—cliffs, even. One of those days, you are pushed—on your back—such that you fall from a skyscraper; no matter how hard you try to be careful. For the first few minutes the journey to the ground seem endless and you start enjoying the sensation. At some point though, usually when you least expect it, you hit a hard floor beneath you—and break into parts.
When that happens, convince yourself that there is someone out there who has fallen just as deep and broken just as bad. Someone who understands how that feels and will gladly help you pick your parts from the ground.
If he ends up asking you on another jumping-off-the-cliff trip, you will accept it: because you know better this time and are prepared with the safety tools. You would not reject it even if you could—you admit that the risk was worth the fun.

Andhyta F. Utami on Rak Cerita.
This is an article best describe my romance life. I fall in love too easily, in a different degree, of course. I fall in love too fast. Sometimes I get back quickly but the other time I fall into deep cliff  so hard that I can't stand up myself.

Senin, 18 Mei 2015

rindu.

malam akhirnya tiba
dingin nya menenangkan
tapi sunyi nya membuat resah

angin berhembus menjaga
rindu menyelinap tanpa sapa
parau suara bersenandung nada
harap sunyi kan sampaikan
gundah batin menusuk jiwa
pada manusia pengelana

maukah fajar segera datang
mengusir gelap yang menyiksa
maukah kau segera bertandang
menyibak luka, menata asa

Kamis, 14 Mei 2015

Hanya Rasionalisasi Lara

Jujur saja aku tidak tahu apa arti cinta walau mungkin pernah tahu bagaimana rasa cinta. Tidak pernah aku meluangkan waktu untuk mengulik arti kata itu. Hingga sampai saatnya aku membutuhkan sebuah distraksi besar untuk mengurai lara. Lalu aku memutuskan untuk mencari tahu. Ternyata, cinta itu tidak lain hanya sebuah kata abstrak produk kapitalis yang dirancang sedemikian rupa agar tak terpecahkan artinya oleh pemuda biasa hingga pujangga, politisi hingga filosofis, dari jaman batu hingga akhir jaman. Pada dasarnya, cinta hanya sesederhana sebuah energi yang merupakan efek dari serangkaian hormon yang bekerja dalam tubuh kita dan menciptakan sensasi bermacam-macam. Kata "cinta" bertindak sebagai pemanis dan penyederhana nama-nama kimiawi, yang kemudian dari kata itu muncul berbagai produk film box office, desain fashion, konsultasi terapis dan psikologi, website biro jodoh, dan berbagai produk kapitalis lainnya. Setidaknya itu yang aku percaya dari semua definisi yang ada. Biarkan aku bercerita bagaimana cinta bekerja.


    macam-macam hormon pada seseorang yang jatuh cinta


Ada banyak hormon yang bekerja saat kita jatuh cinta. Dopamine, adalah hormon yang kadarnya meningkat pada awal kita jatuh cinta. Banyaknya sama seperti yang ditemukan pada orang yang mengonsumsi kokain. Kalau ada yang harus disalahkan kenapa kita tidak bisa berhenti memikirkan dia, bahagia tiada habisnya, kehilangan nafsu makan, susah tidur, semakin bersemangat dan semua terasa indah adalah hormon Dopamine. It makes you feel good. Disamping Dopamine ini, terdapat hormon yang bernama Norepinephrine atau biasa dikenal dengan nama Adrenaline. Produksi keringat di tangan akan semakin banyak dan jantung kita bekerja lebih keras saat bertemu dia. Hormon berikutnya adalah Serotonin, yang ternyata kadarnya semakin menurun sama persis seperti orang yang menderita obsessive compulsive disorder (OCD) dan jelas ini yang bertanggungjawab atas rasa cemas dan gundah gulana berkepanjangan. Dan hormon paling terkenal diantara lainnya saat jatuh cinta adalah Pheromone, ini dia yang menentukan apakah kamu akan tertarik pada seseorang. Setiap manusia dan hewan memiliki hormon ini dan jika kita bisa menemukan Pheromone yang tepat, disitulah kita merasa tertarik dengan seseorang. Dan hormon ini bisa dipicu melalui bau, visual, dan sentuhan. Seems like love can be controlled with a little lab experiment, right?
Tapi ada satu penelitian di National Autonomous University of Mexico menyimpulkan bahwa hormon-hormon cinta tersebut memercikkan energinya hanya berlangsung selama empat tahun, sisanya adalah hormon Oxytocin dan Vasopressin yang bekerja yaitu dorongan untuk melakukan seks atau ketergantungan secara emosional. Passionate love becomes just emotional addiction or sexual dependence, mengutip dari geniusbeauty.com. Rupanya lama kelamaan, kita akan kebal terhadap semua hormon yang tadi disebutkan. Pantas rasa bosan sering muncul pada hubungan yang telah melewati tahun ke-4.  Namun jangan lupa pemikiran diatas bahwa cinta hanyalah energi yang terpicu oleh hormon. Dan seperti James Prescott Joule katakan dalam Hukum Kekekalan Energi bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain tapi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, demikian pula cinta. Ia akan berubah dari obsesi berlebih terhadap satu orang menjadi cinta yang lain misalnya cinta terhadap anak atau terhadap apapun yang dapat mengikat hubungan sebuah pasangan menjadi ketergantungan secara emosional. Sehingga ajaran agama yang mengatakan bahwa hubungan terlampau jauh sebelum pernikahan itu tidak baik ternyata ada benarnya. Walau pemikiran ini belum dibuktikan secara ilmiah, tapi bolehlah aku membuat itu sebagai hipotesa. Lagipula ini hanya sebuah rasionalisasi lara yang semoga saja dapat meneduhkan jiwa.


When you committed to someone in a long relationship other than marriage, you'll end up getting hurt. It's science. I once chose to get high and hurt badly. Now it's your time to decide.

Minggu, 08 Februari 2015

For my little girl: goodluck!


I'm gonna be so lonely.

It's not that i don't have friends. I have lots of them. I got my leisure friends who i'd like to enjoy my leisure time with them. I got work friends, my college friends who's now in internship same as me, the ones i deal with 5 days a week. I got my close friends since i got into college, whom i'd like to play everytime i wanna get weird and random. And i got others friends that i cannot tell you one by one. Each of them fill different part in my life. You know that there are many holes in your heart that need to be filled in order to feel fulfilled (i guess). And there's one hole that's hard to be filled except with the ones like you. And so far i only got you who's always around and nearby to call with when i want to fill that hole. Now you're gonna be away for a while, i'm excited and happy for you. But i don't know who will listen to my weird stories, my contemplation, and my random thoughts for the next 3 months.

Me who's now busy with corporate thing and unable to meet up with you for a couple of months lately, turns out makes me feel lonely. No one can understand my random thoughts at works. They laugh at me. They call me weird. I can feel there's a figurative label in my forehead that i'm a douche. No wonder why they act like that. Because we are not in a same frequency. It's because they are not designed to fill that hole, they got their own part. Well, it happens when you're still around, what would happen if you're not around anymore? When the two of us get busy with our own things?
I think i'm gonna be so lonely.

I know this day will come. My little girl turns to be a woman. Good luck with all your new experiences ahead, with all your searching for "what's the best". I can't wait for the upcoming stories. Don't panic and don't get lost.

Miss you already,
Hani

p.s. i might be overreacting here.

Minggu, 01 Juni 2014

kecil wajar tak tahu apa apa

Aku kenal kamu tanpa nama. Juga tanpa tahu kamu perempuan atau lelaki. Tapi akan kuanggap kamu lelaki. Coba saja koneksi internetku tidak terputus di tengah percakapan kita, mungkin saja kita sudah larut dalam cerita mu tentang smartphone terbaru. Awalnya memang keinginanku untuk tidak mengenal mu. Percakapan tanpa nama, asal, umur, dan status. Percakapan yang hanya akan diisi oleh pikiran-pikiran kita yang entah bagaimana akan terhubung meski tanpa aku tahu siapa kamu dan kamu tahu siapa aku. Iya, mungkin aku terbius oleh film-film yang sering aku tonton atau buku romance yang aku baca. Tapi akan menyenangkan berbicara dengan orang asing, pikirku. Itulah kenapa kamu menemui ku di aplikasi random conversation malam ini. Tampaknya kamu juga sependapat. 

"Kecil wajar tak tahu apa apa" itu yang kamu tulis diawal percakapan kita. Tidak seperti yang lain dengan menanyakan f/m/asl?. Aku tanya apakah itu puisi, kau jawab bukan. Lalu tanpa sadar kita sudah berbicara dari buku, film, pembajakan, hingga teknologi terbaru. Tidak sedikit pun kita membicarakan nama dan asal. Sempurna. Tapi sepertinya Tuhan benar-benar menganggap ini serius, bahwa aku memang tidak butuh tahu siapa kamu. Sebaiknya aku harus berhati-hati dengan apa yang aku inginkan. Dibuatnya putus koneksi ku malam ini, hingga aku benar-benar tidak tahu siapa kamu. Bahkan apakah kamu seorang perempuan atau lelaki. Padahal aku mulai tertarik denganmu. Aku coba lagi dengan percakapan baru. Aku tulis persis seperti yang kamu tulis waktu itu, "kecil wajar tak tahu apa apa". Berharap akan bertemu dengan mu lagi diantara "32.000+ online now". Tapi setengah jam berlalu, aku hanya bertemu dengan mereka yang menanyakan f/m/asl? di awal percakapan. Bukan kamu, yang tidak peduli dengan itu semua, sama seperti aku. Mungkin aku sudah gila. Tapi aku masih tidak rela kehilangan kamu yang merebut malam ku. Oke, sepertinya aku berlebihan dengan "kehilangan" disini. Ah, setidaknya itu membenarkan kalimat mu, "kecil wajar tak tahu apa apa". Aku memang masih kecil, tak tahu apa-apa. Begini saja sudah berlebihan. Tidak tahu mana yang fakta dan maya. Bahkan percakapan tidak jelas ini menyita pikiranku.

Hei, setidaknya, ijinkan aku mengucapkan terima kasih atas percakapan malam ini. You're like the nicest stranger i've talked to tonight. Semoga kamu membaca tulisan ini agar aku tahu nama mu. Hanya nama mu, lalu kita ngobrol lagi seperti malam ini.


Senang berbicara dengan mu,

Stranger - 01.06.14

Selasa, 18 Februari 2014

The Finish Line

These are some parts i love in episode 17 of How I Met Your Mother season 9.

First, it's the conversation between Ted and Jeannete when Ted was trying to get Robin's locket back:

T: I'm being crazy? 
J: Yes! How long have you been hung up on Robin? Eight years?! And you're still killing yourself to fetch dumb little trinkets for her. That's crazy! I don't think there's a word for what that is. 
T: Actually, there's a word for that. It's love. I'm in love with her, okay? If you're looking for the word that means caring about someone beyond all rationality and wanting them to have everything they want, no matter how much it destroys you. It's love! And when you love someone, you don't stop, ever. Even when people roll their eyes or call you crazy, even then, especially then! You just, you don't give up. Because if i could give up, if i could just, you know, take the whole world's advice, and move on and find someone else, that wouldn't be love. That would be some other disposable thing that is not worth fighting for.
Second, the beach scene when Robin insisted Ted to tell her the reason why he wouldn't ask her to not being friends anymore to save his relationship with Victoria:

R: I would have understood, you know? I mean if you told me that we couldn't be friends anymore, i wouldn't have liked it, but i, God, i would have understood 
T: I could never do that 
R: Why not? Ted, okay, i insist that you tell me why not 
T: No way 
R: Answer the question, it's for the bride 
T: I'm not gonna answer the question because you know the answer. You want to talk about my top five? There's no top five, Robin! There's just a top one and it's you. And the only reason i'm saying any of this is cause i know that it's not gonna change anything, you and Barney are getting married today. If i have to hold the shotgun myself, it's happening 

And at the end of the scene, Robin flew away and Ted finally let her go. It's very relieving and saddening at the same time. You know, it's been eight years he has not move on and now she finally has to go. That marriage really is the finish line for him to wake up from his delusion that he would someday end up with Robin.
I know you can't easily move on. Maybe we said we already move on but there's always that tiny hope in your heart that you somehow gonna end up with him/her. Until you finally see the finish line clearly like Ted, it will always be blurry, you'll never really move on.

Selasa, 14 Januari 2014

#throwback #olddays

I like the bit that Barney used in The Naked Truth, one of How I met Your Mother's episodes. It generally tells how anxious Marshall about whether he'd get his dream job ---to be an environmental lawyer--- since he realized his naked-hangover-of-him-video was still on Youtube while his interviewer were doing "Google search" test about him. Meanwhile, at a 24-hour diner, Barney were trying to apologize to Nora, his crush, for lying to her by lying again. I didn't know how to react to that. He's awesome yet weird -,-
Okay, back to the topic. Shortly, after she knew that he lied again, she stormed out but it's not Barney if he couldn't get a woman back again. Yes, she melt and for return she asked Barney to list and tell her all his lies that he'd been done to get a woman sleep with him. Then they sat down all night long. At the end of conversation, Barney asked for another date. She said no, but Barney still hoped she would say yes. And Nora said "how do you still think you have a chance with me?", and Barney answered "because you sat here all night, you could've left right away, but you didn't:"

And that part punched me. cause i've been there, like Nora. Except for the Barney's part, or the whole situation, it was not precisely like that.
It was so long ago but it still vivid in my mind when i was asked if i wanted to stay a little bit longer. And before i realized, i sat again, continue the conversation, all day long. Since then i kept asking "do i fall for him?" but the other part of myself convinced me that i wasn't. If i could ask a half part of me why she asked that question to me while i was half-certain that i wasn't fall for him, maybe the answer would be "because you sat there all day, you could've left right away, but you didn't".

Jumat, 13 Desember 2013

Belajar, Berbagi, Bergerak Bersama

Alhamdulillah, tahun ini saya diberi kesempatan untuk mendapatkan ilmu lebih dan teman-teman baru dari seluruh Indonesia dengan bergabung dalam keluarga besar Pertamina Foundation Scholars - Sobat Bumi Angkatan 3. Sebuah peluang yang hanya didapatkan oleh 460 mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara. Pada tanggal 28 November hingga 2 Desember 2013, kami berkumpul bersama dalam 3rd Gathering Pertamina Foundation Scholars di Taman Wisata Gunung Pancar, Sentul. Seluruh pemuda hebat dari Sabang sampai Merauke berkumpul untuk belajar, berbagi, dan bergerak bersama. Kami diajarkan bagaimana mengenal potensi dan kelemahan kami dan bagaimana mengolahnya, diajarkan menjadi pribadi yang menyenangkan, diajarkan melayani sesama dan kemudian diajarkan berani membuat sebuah perubahan. Favorit saya dalah saat Pak Rhenald Kasali hadir dengan materi diskusi sebuah perubahan, bagaimana menjadi pribadi yang hebat, kisah-kisah inspiratif mahasiswa nya, dan sedikit presentasi mas Timmy (@alfatihtimur), tim Pak Rhenald, yang ternyata adalah founder dari kitabisa.co.id. Menarik sekali bahwa tidak ada materi mengenai bagaimana menjadi seorang pemimpin seperti halnya acara motivasi lainnya. Semua yang diajarkan berkaitan dengan moral yang baik dan kemauan untuk menjadi agen perubahan. Mungkin karena sesungguhnya semua pribadi adalah pemimpin yang pada dasarnya mengerti bagaimana cara memimpin. Hanya saja tidak semua orang mempunyai cukup keberanian untuk melakukannya, hanya saja tidak semua orang mempunyai cukup moral yang baik untuk menjadi pemimpin yang benar.

Taman Wisata Gunung Pancar, Sentul, Bogor


Makan siang di camp sobat bumi


 Ini yang berperan sebagai Mahar di laskar Pelangi. Dia bagian keluarga PFS 3


Outbond. Saat kebersamaan dan kebahagian jadi satu


Pembangungan Victory Tower dengan kerjasama seluruh keluarga PFS 3 :-)

Awalnya saya berekspektasi hanya akan mendapatkan ilmu dan teman baru, tapi ternyata setelah menjalani semua hal disana, saya merasakan beban moral dan tanggungjawab yang semakin besar. Tanggungjawab akan pengetahuan yang lebih. Bahwa saya yang mengerti sedikit lebih banyak harus menyebarkan dan mengajak teman-teman saya dan masyarakat lainnya untuk ikut tahu apa yang saya tahu dan kemudian bersama-sama bergerak bersama. Benar kata sahabat saya, Ririe Rachmania, bahwa setiap kesempatan adalah tanggungjawab. Semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik. Untuk memulainya, saya akan berbagi materi yang pernah saya dapatkan dalam pelatihan di blog ini dalam jangka waktu dekat.

Seluruh keluarga PFS 3 dari Sabang sampai Merauke


Main-main ke Pertamina pusat di Jakarta.



Iseng ke photo boot di Festival Sobat Bumi kantor Pertamina pusat  

Mengusir kebosanan 26 jam perjalanan di bus

Killing time

Meskipun saat ini saya hidup dalam jaman yang serba saling menyalahkan tanpa solusi, melihat pemuda dari seluruh Indonesia dalam gathering kali ini, membuat saya yakin dan optimis akan kemajuan Indonesia 20-30 tahun kelak, saat kami, para pemuda sekarang, telah diberi kepercayaan lebih untuk memimpin negeri ini. Dengan berbagai logat dan bahasa, kami berbicara dalam satu hal, membawa Indonesia menjadi lebih baik. Saya berharap semangat itu tidak berhenti sampai disini. Semoga aksi kami nanti nya akan berdampak positif bagi lingkungan dan dapat menyebarkan semangat ke seluruh masyarakat Indonesia dan dunia.

Indonesia, bersabarlah, ijinkan kami belajar sekarang, untuk kemudian mengabdi kepadamu kelak.

Rabu, 04 Desember 2013

one-night stand

I think i love the idea of one-night stand. In Wikipedia, it says that one-night stand is a single sexual encounter with no implication of further relations between sexual participants. By the time goes by, it's not merely a sexual activity but it involves an all night long talking and walking wander the city just like Jesse and Celine did on "Before" trilogy movie. And that idea seems beautiful to me. It's the idea of telling a person what you really feel without the worry of being overexposed, you can still be honest without feeling too naked. Because you are talking to a total stranger, which he/she never know your story before, never put any expectation of what you should had been or what you should do. Because there's no intention of further relations so that you don't have to be shame after that. You eventually can tell everything you wouldn't tell any friend of yours because that would be a mistake and fail your effort in building your image all this time. It's beautiful, isn't it? A night being a pure human who's okay to be not perfect and it's okay to make mistake and to feel insecure. It's like a night when we stop being a pretentious snob.

And i feel like experienced this kind of idea except for the part "no intention of further relation" because i realized that we're currently in a same project, so i'd like to thank you my-once-stranger-but-now-i-consider-this-stranger-as-my-friend for giving me time for a long night talking and sharing everything that pops in my head. I enjoyed talking to you. Let's have some tea another time.

Senin, 14 Oktober 2013

Added Value

Akan selalu ada tipe teman yang seperti ini:
- Dulu nya teman SD/SMP
- Lalu tidak pernah bertemu dan tahu kabar satu sama lain dalam jangka waktu yang lama
- Hingga kedua nya menginjak bangku kuliah, dan dimulailah aktivitas mengecek facebook setiap waktu (sebelumnya jarang sekali/tidak pernah) hanya untuk melihat grup alumni sekolah dan sebagainya
- Hingga akhirnya muncul account teman SD/SMP ini
- Berujung pada melihat page nya dan beberapa account lainnya seperti tumblr, blog, soundcloud, dsb
- Dan ternyata dia telah bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan "berprestasi"

Iya, berubah "berprestasi", maksudnya dia yang dulu pendiam dan culun, ternyata selama kami tidak bertemu dan bersua, telah menorehkan beberapa karya. Entah itu karya formal seperti menang lomba dan menjadi anak berprestasi sungguhan, atau karya informal seperti bagaimana ia sekarang jago memotret, aktif di komunitas, caranya berpikir yang semakin "ndewo" dan dewasa, jago bikin lagu dan nyanyi, sudah menuliskan beberapa tulisan yang bagus sekali. Iya, sampai dalam hati bergumam "dulu anak ini nggak gini-gini amat, sekarang kok sangar...". Mereka sukses membangun dan menambah value dirinya, setidaknya di depan mataku.

Dan aku pun melipir ke pinggir tempat tidur........
Apakah aku juga dipandang seperti itu atau aku tetap hanya lah Hani yang dulu..........
Tetiba insecure.........

Minggu, 29 September 2013

Reborn

Today is the day i almost lose what i truly love in my life. And i'm shattered in pieces. That moment makes me realize that i really have to change myself into the independent-crazy-and-spontaneous-girl i used to be. I can't handle the pain anymore, the effort of keeping my eyes dry, the heavy thing that stuck in my chest every time i hold my tears. It's not that i'm not happy. I am sooo happy that that happiness is slowly killing me. Making yourself attach to someone is one of ways to weaken yourself, to make you vulnerable, to make you insecure. Of course there are times when the world feels like heaven, that your life couldn't be any happier. But remember that there is the time when you nearly or even lose them, you'll suddenly be shattered, you'll explode, you feel so weak, you feel like nothing but a collection of dust in the form of human. And that time is what i'm sick of. It's like i lose myself, i can't recognize myself, because it's exactly not me.

I was slapped by today's incident that i should wake up, that i have to change myself to that strong girl i know for a long time. I don't want to be controlled by the situation, i want to control the situation. Then in order to do that, i have to change myself, making my heart unbeatable in any condition. Try to give some respect to me and remind me that i can pleased myself, or in less delicate words, i can live without you. I have to stop being so dependent on someone. I can't let myself attach to anybody too far anymore. But it doesn't mean that i don't love him so much anymore, i still love him but this time i draw a tiny line where i should stand. Maybe it's like "okay, let's have fun, i love you, and you love me, let's love each other, keep me flattered and i'll do good to you, make me happy and i'll give my best to you, but no no no, you can't break my heart, cause this is a game of two people loving each other, not breaking each other".

The other reason why women really should be independent and not letting herself too attach to anybody (or you could say me) is men don't like be bothered too much. So little ignorance should be fine, i guess. They like slutty women, who give them love and shut up. No more than that.

Well, i'm still confuse with my own theory, but let's give it a try. Let's see how far it works. In a couple of days, i will be starting a project to honor the reborn of me. I think i'll name it "Respect Myself". Who's gonna respect you if yourself don't want to respect itself? It's a celebration of a freedom soul.

Minggu, 01 September 2013

A Love Letter: Can I be your Friend?

Dearest my love,

It has been 5 years since we said "I love you" to each other. I can recall every moment we shared since the first time we met. The warmth look we had delicately shared. Your books you always accidentally left at my house so you can come over again without no one noticed it as a date. A gently whisper you slipped through my right ear every time i felt scared. You will be fine, I am always here, you whispered. The day you impressed me with how splendid you play your guitar at the music store. The trembling voice when i said "I love you too". They are all still vivid in my mind. I enjoy every second with you and you seem happy too. Yes, I am certainly sure, because you never smile that big, or your eyes spark that bright, in front of anyone but me. You told me so many stories you never spoke of before. And i always have the gladness of keeping someone's little secrets. It's a privilege for me. I suddenly feel special every time you did that. Well, that's your speciality, i guess, to make me feel special.

I'm afraid that being special is not all i want after all. Of course that genuine happiness and romance feeling in one time is every girls' dream including me. But that's not the whole aim in being in relationship. Sometimes i need to get rid of it. It's weird, isn't it? Let me tell you why you need to pause that romantic part of you in a proper time. The reason is i want to get crazy with you, love. I desperately want to go somewhere we don't plan out, say whatsoever we want, do anything that we absolutely will avoid in normal days. Just exactly like you do with your regular friends. You know, it has been truly beautiful of what we had done in these past 5 years, but i merely need a lemon in my sip of tea. My jealousy to your friends is inevitably high. It's getting worse when i keep thinking of "Can I be your friend instead of your love?". That gave me an uncanny sadness and confusion that what i want is at the same time what i least want in this universe.

Perhaps we need to re-describe what's the meaning of love. It's not a total sweetness. Love is a bitter and sweet. It's sugar and lemon. Perhaps you need to re-interpret what's a girlfriend means to you. Please stop making bold lines between a girlfriend and a friend. That what you do to your friends is not allowed to do to your girlfriend. That's unfair, don't you think? You may think i feel special because of it, yeah sometimes, but i don't want that forever, i'm your friend too, then treat me normally how you treat your friends.

Well, to be clearly, i'm still as happy as i was. I'm not mad. And of course I still love you berry much ---yes, it's berry, more than very. I just want our relationship to be balance. And us to be happily ever after. 
I love you.

Sincerely,

Yours

Rabu, 28 Agustus 2013

Untuk Mereka yang Golput

Saya adalah anak yang hidup di keluarga saat membuat KTP, STNK, Akte Kelahiran, SIM, dkk tidak memakai calo. Keluarga yang jika ada pemilihan umum, pasti datang berpartisipasi dan memilih. Keluarga yang apapun Indonesia lakukan, akan kami dukung. Saya juga orang yang saat J.W. Marriot di bom, ikut mendukung gerakan Kami Tidak Takut #indonesiaunite. Inilah saya, yang sejelek apapun pemerintahan kita, se kotor apapun demokrasi kita, se dosa apapun calon pemimpin kita, tetap akan mendukung Indonesia, tetap akan memiliki semangat memperbaiki bangsa ini. Salah satu dukungan saya adalah memilih pemimpin terbaik dari deretan calon pemimpin terburuk. Dengan tidak membiarkan yang jelek, korup, kotor, dan dosa itu memimpin negara kita. Meskipun kita tahu bahwa pada dasarnya semua calon pemimpin yang terpampang di kertas surat suara itu buruk. Harus kita sadari bahwa kita memang bukan tipe negara yang pemerintahan nya sempurna, kita masih umur 68 tahun. Kita masih tipe negara yang masyarakatnya harus memilih calon pemimpin terbaik diantara yang terburuk, memilih mana yang mampu dan kredibel. Tidak seperti Amerika Serikat yang masyarakatnya sudah dapat memilih pemimpin yang mereka percaya, bukan lagi pemimpin yang mampu atau tidak, karena pada dasarnya semua calon pemimpinnya mampu mengemban amanah, mampu dalam ilmu, mampu dalam skill, mampu dalam menjadi pemimpin. Kita harus sadar itu.

Akan selalu ada yang bilang "Ah, cinta pada negara kan tidak hanya dengan memilih pemimpin yang benar, jalan yang lain masih banyak". Iya memang benar, saya setuju itu. Tapi perlu diingat bahwa pembawa perubahan terbesar dan tercepat adalah sistem. Bayangkan jika Indonesia dikuasi oleh pemerintahan yang korup terus, karena pemuda nya malas nyoblos, masyarakatnya muak dengan pemilihan umum dan demokrasi di Indonesia. Gerakan apapun yang kita lakukan di level masyarakat, tidak akan memberi dampak yang luas merata seluruh Indonesia. Tentu akan memberi dampak, tapi mungkin akan berjalan lama, susah dalam perijinan, susah dalam birokrasi. Kenapa susah? Karena pemimpin nya korup, dikasih uang baru jalan. Lalu kita masih mau menutup mata bahwa pemimpin itu tidak penting? Bahwa siapapun yang memimpin, kita masa bodoh? Sepandai-pandai manusia, jika sistem berkata tidak, ya akan dipaksa diam, tidak bisa berkata apa-apa. Pernah suatu ketika saya mendengarkan bincang di radio dengan salah satu dosen di Surabaya. Saat ditanya "Kenapa sih pak, kebanyakan akademisi akan berjuang mati-matian membela yang menurutnya benar, tapi jika ditarik untuk masuk tim oleh negara, tiba-tiba mereka diam, tidak seaktif dulu sebelum menjabat? Apa dikasih uang biar nggak bicara lagi?" Jawaban nya singkat "Sistem. Kita tidak bisa berkutik jika sistem berkata tidak. Memang dulu kita mati-matian berjuang, karena kita melihatnya secara teoritis, namun pada kenyataanya jauh berbeda".

Nah, apa kita akan terus berdiam, terus muak, terus mencaci petinggi, terus mencibir penguasa, tanpa melakukan perubahan? Tanpa mau turun tangan memperbaiki sedikit demi sedikit kekacauan yang ada? Saya kira sudah sepantasnya kita bersikap bijaksana, melakukan apa yang harus dilakukan meskipun kita benci melakukan itu, untuk menjadi yang lebih baik, untuk suatu perubahan.

Rabu, 07 Agustus 2013

Hilal dan Syawal

Ini adalah waktu dimana penampakan bulan sangat dinanti. Tak usah banyak, hanya 2 derajat dari ufuk barat. Selagi para Ibu bersiap dengan gule, soto, sate, sayur jengkol, dan makanan khas lainnya di dapur masing-masing, selagi anak tetangga sebelah bermain petasan, pemerintahan negara kita masih berdebat mengenai kapan takbir dapat dikumandangkan di seantero jagad nusantara. Tidak hanya tahun ini, semenjak saya sudah dapat mencerna berita pun sudah jadi "headline" langganan seluruh stasiun televisi, Sidang Itsbat yang agung, dihadiri berbagai perwakilan ormas di Indonesia serta beberapa perwakilan negara muslim lainnya, yang katanya menelan biaya milyaran rupiah, menunggu laporan dari sejumlah daerah apakah mereka telah melihat hilal yang dimaksud. Dan akan selalu ada perbedaan pendapat ormas satu dengan lainnya, sebut saja salah satunya Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama. Sederhana, masalahnya cuma perbedaan metodologi, yang NU memilih cara rukyat, yang Muhammadiyah memilih cara hisab. Pada dasarnya, rukyat adalah metode fisik, yaitu harus terlihat dengan mata manusia, sedangkan hisab adalah metode yang menggunakan perhitungan canggih, sama seperti kita melihat kalender masehi biasa, yang memang sejak awal tahun ditetapkan kapan 1 Januari dan kapan 31 Januari. Dulu saya tidak menganggap perdebatan tersebut aneh, namun sekarang rasanya hal tersebut memalukan sebuah agama besar yang suci, Islam. Lagi-lagi, bukan masalah harus menambah 1 hari puasa lagi, tapi dibalik itu. Betapa terlihat ketidakharmonisan umat muslim di negara kita, betapa rasa toleransi itu pelan-pelan memudar, betapa para ulama yang pandai itu harus terlihat bodoh di depan banyak umat karena tak pernah bisa mengatasi masalah perbedaan ini setiap tahunnya. Ayolah kita ini saudara, dalam silsilah kita pula ada Al Battani yang mempelajari ilmu astronomi pertama kali, dan sedari dulu Islam telah memakai patokan bulan dalam penentuan waktu, seharusnya kita sudah canggih dalam bidang itu, seharusnya itu bidang yang kita geluti dan pelajari sejak dulu, tapi kenapa masih saja ada perselisihan pendapat? Kalau kata Bapak Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, rektor UIN Jakarta, dalam bincang sore nya dengan stasiun Metro TV hari ini, "...perbedaan ini jelas menunjukkan bahwa umat Islam di seluruh dunia tidak dapat menentukan sistem penanggalan dengan baik". Ya, itu masuk akal. Bukankah telah diciptakan semesta ini berjalan runtut, beriringan dan berima dalam harmoni yang dapat kita pelajari? Bukankah alam ini terdapat pola yang dapat kita jadikan pelajaran? Lalu kenapa sejak dulu, kita sebagai umat yang mengandalkan perputaran bulan, tidak meneruskan perjuangan Al-Battani dalam ilmu astronomi nya? Buatlah sebuah sistem penanggalan yang paling akurat, entah dengan metode apapun itu, buatlah kesepakatan bersama dengan mengerahkan para cendekiawan muslim di seluruh dunia, kalau perlu kita pinjam alat atau ahli dari NASA untuk membuat sistem penanggalan "hijriyah tanpa protes". Mereka yang menggunakan matahari bisa membuat kalender masehi yang diakui di seluruh dunia tanpa ada yang protes, seharusnya kita juga. Kalau kata kakak saya akhir-akhir ini "coba bulan lain dalam Islam, nggak pernah tuh diributin, kenapa cuma Ramadhan yang diributin?". Nah kan, kita bahkan sudah mengakui bahwa alam ini berjalan runtut, dengan pengakuan bulan lainnya yang tidak pernah menuai protes. Berarti sebenarnya kita paham bahwa kita punya kalender yang sudah ditetapkan kapan awal bulan dan kapan akhir bulan. Muncul lagi satu masalah, ketidakkonsistenan. Jujur saja saya sedih melihat ini semua, padahal banyak cendekiawan dari Islam, tapi kenapa masih begini? Kenapa susah berjalan beriringan? Mungkin ego yang terlalu besar, mungkin kesombongan akan ilmu yang dimiliki sehingga tidak mau belajar lagi. Padahal dunia ini berubah sangat cepat. Yang saya lihat disini adalah kegagalan kita menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman tanpa melupakan norma-norma Islam. Kita terlalu terpaku dengan apa yang diajarkan dulu, tanpa kita modifikasi sedemikian rupa dengan perkembangan jaman. Itulah jadinya, akan ada yang bersikukuh menggunakan cara lama, dan ada yang mulai sadar untuk menggunakan cara baru yang lebih akurat dan mudah. Untuk awal bulan Syawal kali ini, doa saya disamping keinginan bertemu Ramadhan lagi tahun depan dalam keadaan sehat swngan seluruh keluarga, semoga umat muslim di seluruh dunia akan bertambah baik dan cerdas dalam menghadapi tantangan dunia yang cepat berubah ini.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat hari raya Idul Fitri 1434 H.

Kamis, 18 Juli 2013

IT IS A STATEMENT, NOT ONLY A CHEESY ROMANCE

it's only a nickname, they said.
it's not a big problem, they said.

NOT FOR ME. NOTED THAT.

let me ask you a question. do you know the special feeling when you do something that only you and him can understand? have you ever felt so special when you both laughing together but no one has any idea about what you laugh at? have you ever feel "the one and only girl that he loves" when he calls you candy and you do the same way while no one has ever called you this way? or his way of whispering to you in a crowd of your friends and you laugh together then. those moments are specials. well, for me, it's not only a moment that will pass by. it is a statement. it represents a statement that you and him have a special relation. you don't need to say "HELLO EVERYONE! THIS IS MY BOYFRIEND! WOOOHOOO!" no. no, my friend. we nowadays do it in more elegance way. and that way is like what i have been described above.

now, question number 2. what if all of those acts are not only for you, but he did it to all the girls in class? or what if suddenly he allow all of his friends to do all of them to him? what if all of his friends could called him with that special nickname you gave to him? what are you gonna feel, huh? once again, it's not the matter of you want those cheesy words or you want some romantic acts. it is the statement. where does the statement go? yes, it's gone. because it's not special again. it is used by everyone. it is done by everyone.

you know my love,
you are not mine, i ain't either. those are the only thing i can feel like i'm the one for you and you are the one for me. that i am that special girl. that i "own" you. when it's all gone, what am i supposed to feel? what am i supposed to do?

Sabtu, 22 Juni 2013

oh sweet Barney


so guys, this is Barney begging for a forgiveness from Robin because she caught him still keeping his Playbook
i love how he does it! oh sweet Barney...

Jumat, 07 Juni 2013

note to myself and you.

the hardest part when you face a failure is to keep moving on and forget the pain. i usually can think of other wonderful things after i failed, so that i never get drown into deep sadness and regret what i had done. and i have friends who always encourage me whatever happens. i only said friends, because it's not a lot. true friends are limited.
one more thing you can do is to think that there are lots people who is less fortunate than yourself, that those people out there have more complicated problems than you have. that's what my friend said, actually. well, i know it's not easy to do. but at least, you can try. try to keep move on, your capability is bigger than you think, it's just you haven't use it very well. or maybe you have hidden potentials. don't be afraid to do new things. the point is, try to move on.
i give you a little secret, doing new things is so fun! really, i'm not lying. no no, don't think too big such "i failed in organization, i'll try music" not that big. try to do little things that new such as "i'll read at least 2 books this month" or "i'll take dance class this month" or "i'll write a blog" or "i'll give a penny to some beggar" or anything. you can try anything that new to you. that's how you met your mother discover your hidden potentials. and that's the way you seek your passion, said Rene Suhardono.
it always working for me.
i hope it's working for you too.

Selasa, 21 Mei 2013

DEFINISI CANTIK


DEFINISI CANTIK: 
Bagi Nico, wanita cantik adalah mereka yang bisa membawa diri secara positif.

Jadi ceritanya saya sudah mengidolakan Nicholas Saputra sejak saya SD, sejak film Ada Apa dengan Cinta keluar.Ya, film itu memang fenomenal. Berita apapun yang berhubungan dengan Nico akan saya cari dan saya simpan. Tapi sekarang entah ada dimana. Sampai suatu saat saya menemukan pernyataan Nico tentang definisi cantik di salah satu koran (sampai sekarang guntingan koran pernyataan itu masih tertempel rapi di kaca kamar saya). Saat itu saya masih SMP dan belum bisa paham apa arti dari kata-kata tersebut. Setiap hari saya membacanya hingga tertanam di pikiran. Tapi tetap saja saya belum paham apa artinya. Kenapa pembawaan diri? Bagaimana bisa? Hingga seiring waktu pertumbuhan dan pedewasaan saya mulai tahu apa arti kata-kata itu.

Oke, akan saya bantu memahaminya. Pernah tahu anak yang di bully teman-temannya di sekolah atau kelas? Setiap orang yang pernah sekolah pasti tahu akan ada satu-dua anak yang di bully di sekolah atau di kelas. Biasanya dia yang pendiam, kurang bisa bergaul, pasrah, agak aneh (biasanya freaky nerd) atau yang dianggap kurang cantik/ganteng akan dijadikan ajang olok-olokan teman-temannya. Tapi sebenarnya jika diamati lebih dalam, bukan kurang cantik/ganteng  secara fisik yang jadi masalah, tapi lebih karena mereka tidak bisa bergaul dan membawa diri saat bersama teman-teman. Saya perhatikan, banyak teman saya yang (maaf) tidak secantik/seganteng teman saya yang di bully, tapi mereka bisa bergaul dengan bebas, punya banyak teman dan bahkan jadi salah satu teman terasik sepanjang tahun. Kenapa coba? Karena mereka bisa membawa diri mereka secara positif, mereka tidak membuat diri mereka berpikir bahwa mereka tidak cantik/tidak ganteng, mereka punya mindset yang positif. Lalu secara tidak sadar aura mereka terpancar, tidak ada satupun teman yang menganggap mereka tidak cantik/tidak ganteng dan akhirnya tidak ada satupun yang berani mem-bully mereka.

Jadi, sebenarnya orang lain akan menganggap kita cantik/ganteng dari pembawaan diri kita. Sekarang, tidak perlu namanya operasi plastik atau sulam bibir untuk mempercantik diri. Cukup memperbaiki cara pandang akan diri kita dan lebih menghargai diri sendiri maka akan muncul kecantikan-kecantikan alami yang beragam dan jika disatukan akan menjadi harmoni yang indah. Itu lho kalau lihat foto-foto advertisement yang memajang perempuan-perempuan cantik dari berbagai warna kulit, terlihat harmoni sekali. Tidak harus sama. Tidak harus semua putih atau mancung untuk jadi cantik. Everyone has their own beauty. Lebih ngeri kalau semua orang jadi sama. Coba lihat finalis Miss Korea yang berwajah sama. One of my eerie moments when I looked that picture. They don't seem like human.

Nah itu interpretasi saya akan pernyataan Nicholas Saputra. Silahkan jika mempunyai interpretasi masing-masing. One thing for sure, stay positive, stay beauty! :-)

"Like confidence, beauty is a mindset!" a friend of mine

friends